Kamis, 25 Agustus 2016
Kisah Cintaku Hanya Satu Minggu
Nama ku “Ubaid”, saat ini usiaku ku baru 17 tahun dan aku akan menceritakan kisah cintaku yang hanya satu minggu………….
Setahun yang lalu saat itu liburan kenaikan kelas selama 2 minggu dan seperti biasa jika libur aku pulang kerumah, biasa….sekolahku jauh dari tempat tinggalku, jadinya aku ngekost di dekat sekolah ku….singkat cerita, banyak sahabat-sahabat aku yang dekat dari rumah ku dan biasa jika pulang ke rumah aku selalu lari pagi.
Suatu pagi saat aku lari pagi aku bertemu dengan sahabat aku, dia perempuan. sebut saja namanya “Meda”, Aku memanggil dia dengan panggilan sayang seorang sahabat yaitu “Beb”, dia orangnya manis,putih,lucu dan dia sahabatku yang paling dekat dengan aku. Setelah pertemuan itu, aku dan dia sepakat kalau tiap hari kita lari pagi bareng.
Setelah beberapa hari kita lari bareng,bercanda bareng, dan akhirnya ada rasa lain di hatiku, aku tak bisa memungkiri kalau rasa ini telah menjadi cinta dan sayang bukan hanya sahabat melainkan kekasih. Setiap malam aku terus memikirkan dia, aku ingin malam ini cepat berlalu dan berganti pagi karena aku ingin selalu bersamanya…
Sampai akhirnya aku menyatakan perasaanku kepada dia bahwa aku benar-benar sayang dan cinta kepadanya, “Beb aku benar-benar sayang dan cinta sama kamu, maukah kamu jadi kekasihku”. Dia tertawa, dia kira aku bercanda dan dengan penuh keseriusan aku ulang sambil jongkok dan memegang tangannya sambil mengulangi menyatakan perasaanku, “Beb maukah kamu menjadi kekasihku. aku serius beb!!” dia pun kaget dengan keseriusanku ini dan dia berkata “Kamu serius beb dan tidak salah memilih aku jadi kekasihmu…??” aku pun menjawab kembali “Aku beneran beb!! aku kan sudah bilang kalau aku serius dan aku tidak mungkin salah pilih karena aku percaya padamu beb” Diapun pun menjawab kembali “Ya udah kalu gitu aku minta waktu tiga hari untuk menjawab”. Kita berjanji akan bertemu kembali disini untuk menjawabnya dan Aku pun setuju setelah itu kita pulang kerumah masing-masing karena hari sudah beranjak siang.
Selama tiga hari itu di pikiranku hanya ada dia dan tentang jawabannya, tiga hari terasa lama karena aku menunggu jawabannya. “Coba deh… para pembaca bayangkan ketika menunggu jawaban dari seseorang yang kita sayangi, satu hari saja kayak yang menunggu satu bulan atau satu tahun terserah deh tergantung pembaca saja”. Lanjut cerita tiga hari telah berlalu dan saat-saat menegangkan sudah tiba untuk menerima jawabannya.
Pagi itu sekitar jam 05.00 pagi aku bangun terus mandi dan seperti biasa lari pagi, tapi pagi ini beda aku sangat bersemangat karena aku akan menerima jawaban dia, tapi sayang dia tidak ada di tempat biasa kita bertemu untuk lari pagi bersama... aku sangat kecewa waktu itu dan semua semangatku di pagi itu langsung sirna, “Para pembaca bisa bayangin kan jika hari yang kita tunggu-tunggu tiba dan orang yang membuat kita menunggu selama itu tidak menepati janjinya”. karena aku sudah terlanjur kecewa dan semangatku sudah sirna… Aku memutuskan langsung pulang ke rumah, sesampainya dirumah aku langsung ke kamarku, sambil berbaring dengan pikiranku kacau.
Beberapa saat kemudian hp ku bunyi kalau dari nadanya pasti itu sms, dengan malasnya aku mengambil hp ku yang ada di sebelahku. Sebenarnya sih aku malas banget waktu itu mau membuka SMS karena pikiranku saat itu kacau, entah mengapa saat itu aku masih bisa membuka SMS tersebut dan setelah aku buka ternyata pesan dari dia, lantas aku pun membaca SMS tersebut yang isinya “aku minta ma’af ya beb karena tadi pagi aku bangunnya kesiangan jadinya aku gak bisa ketempat biasa dan kalo gak keberatan nanti jam 15.00 sore kita ketemuan di tempat biasa… aku akan beri jawaban ke kamu” Dengan senangnya aku langsung membalasnya “Ya udah beb gak apa-apa dan aku gak keberatan kalau nanti sore kita ketemu di tempat biasa untuk menerima jawaban kamu” dan semangatku yang sempat sirna kini kembali lagi.
Waktu yang aku nanti-nanti pun tiba, jam menunjukkan pukul 14.30 aku sudah selesai mandi dan setelah itu aku bersiap-siap, baru pukul 14.45 aku berangkat dari rumah ke tempat biasa kita bertemu. Sesampainya disana aku melihat jam di hp ku sudah menunjukkan tepat jam 15.00 dia ternyata sudah datang dan duduk di kursi panjang yang tersedia di tempat tersebut, aku langsung menghampirinya dan duduk bersamanya.
Aku memulai pembicaraan dengan basa-basi “Udah lama nunggu beb..??” dia menjawab “gak juga, aku juga baru datang kok beb” Aku yang sudah tidak sabar dengan jawabannya pun langsung To The Point, aku langsung menanyakan “Gimana beb jawabannya..??” dia pun menjawab “Ma’af beb” belum selesai dia bicara aku langsung memotongnya “Ma’af kenapa beb..?? apa kamu menolakku?” dia pun menjawab “Siapa bilang aku menolak kamu, maksud aku tuh… Ma’af beb aku baru bisa jawab sekarang, terikasih sudah menunggu dan iya aku mau jadi kekasihmu” Duar….. langsung lega rasanya aku, aku sangat senang mendengarnya karena penantianku selama tiga hari itu tidak sia-sia dan aku pun langsung memeluknya dengan kasih sayang.
Setelah itu seperti biasa setiap pagi kita lari pagi bareng tapi sekarang kita sudah sepasang kekasih bukan sahabat lagi dan tempat itulah yang menjadi saksi bisu kisah cinta kita berdua, dan kita berdua memadu kasih disana tiap pagi, dan sore harinya baru kita jalan-jalan ke tempat-tempat yang indah.
Tak terasa dua minggu telah berlalu, liburan kenaikan kelas sudah berakhir dan tak terasa hubungan aku dengannya sudah tepat satu minggu, waktu itu hari senin dan senin malam aku kirim SMS ke dia karena sekolah kita berbeda dan aku sudah mulai kost lagi jadinya kita gak bisa bertemu, SMS itu isisnya “Malem beb……!! Lagi ngapain nih…??” dia pun membalas SMS tersebut “Malem juga beb dan aku lagi nyantai aja nih” aku membalas lagi “Owh…!! Gak nonton tv kamu beb…..??” dia membalas “enggak aku males beb, eh beb aku mau kita putus aja ya beb……??” dengan kaget aku membalas SMS dia “Emangnya kenapa beb kok kamu minta putus….??” Dia membalas “Beb kamu terlalu baik buat aku dan jika kamu emang benar sayang sama aku relain aku pergi dari hidupmu beb dan jangan bales sms ini lagi…!! ” hatiku langsung sakit mendengarnya dan aku langsung masuk ke kamarku di kosan “Para pembaca pasti bisa bayangin kan bagaimana sakitnya dan kagetnya aku waktu itu karena hubungan ku dengan dia baru berjalan seminggu dan gak ada masalah apapun” lanjut cerita pikiranku sangat kacau waktu itu, hidupku pun kacau dan baru satu bulan aku bisa mengontrol pikiranku kembali seperti semula.
Dan saat pikiranku sudah pulih dan hidupku normal kembali, aku mendapat kabar dari sahabatku yang lain kalau dia sudah mempunyai kekasih jauh sebelum denganku dan sahabatku baru bilang karena memang sahabatku yang satu ini tidak tahu kalau aku pacaran dengan dia, dan aku berfikir “Betapa bodohnya aku percaya begitu saja dengan dia mantan sahabatku atau sekarang mantan pacarku, aku di duakan tapi aku tidak pernah tahu karena aku di butakan oleh cinta dan kepercayaan karena memang dia adalah salah satu orang yang aku percaya dari dulu dan aku baru tahu inilah sifat yang sebenarnya.” Inilah kisah cintaku yang hanya satu minggu yang tak akan pernah aku lupakan karena kepercaanku telah dikhianati mantan sahabatku atau sekarang mantan pacarku.
Semoga ini gak terjadi kepada anda dan jika sudah terjadi semoga menjadi pelajaran berharga "untuk tidak sepenuhnya percaya kepada seseorang karena kita tidak pernah tau apa yang ada di pikiran mereka".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Ceritanya bagus :D
BalasHapusnice story, yang sabar ya gan diduain
BalasHapusHahahaha, ini kisah udah 5 tahun yang lalu gan...
Hapuscinta apa paket internet gan? :D
BalasHapusgpp ah, cinta itu pengalaman :D
seminggu bentar amat gan, semoga ada hikmahnya :D
BalasHapusSemua pasti ada hikmahnya gan...
Hapusselalu sabar dan ambil hikmah nya gan
BalasHapus